Hari Ibu Internasional, Begini Sejarahnya - Rakyat Indonesia
GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Hari Ibu Internasional, Begini Sejarahnya

Tanggal 12 Mei dirayakan sebagai Hari Ibu Internasional. Sebagian besar orang di berbagai belahan dunia menjadikan hari ini sebagai hari istimewa bagi sosok yang melahirkan mereka dengan memberikan hadiah atau hal spesial lainnya…



Tanggal 12 Mei dirayakan sebagai Hari Ibu Internasional. Sebagian besar orang di berbagai belahan dunia menjadikan hari ini sebagai hari istimewa bagi sosok yang melahirkan mereka dengan memberikan hadiah atau hal spesial lainnya.

Tapi, lebih dari sekadar perayaan, ada sejarah penting di balik tercetusnya Hari Ibu ini.

Dikutip dari laman CNN, aktivis hak pilih dan penulis Julia Ward Howe yang pertama kali mengemukakan gagasan Hari Ibu di Amerika Serikat tahun 1872. Howe merupakan seorang pasifis dan memandang hari tersebut sebagai peluang untuk menyatukan para wanita dan berkumpul untuk menyuarakan perdamaian. Selama beberapa tahun, ia mengadakan pertemuan tahunan Hari Ibu di Boston.

Sementara aktivis dari West Virginia, Anna Jarvis menjadi tokoh yang berjasa menciptakan hari peringatan yang dirayakan hingga sekarang. Di tahun 1908, Jarvis mengampanyekan peringatan nasional hari libur sebagai penghormatan untuk ibunya, yang merupakan seorang pendorong kesehatan di masyarakat.

Ibunya telah membentuk beberapa Klub Bekerja Hari Ibu yang membahasa mengenai pengasuhan anak dan masalah kesehatan publik, dan Jarvis ingin memeringati ibunya dan semua jerih payah yang dilakukan seluruh ibu.

Tapi, Jarvis kemudian dikecewakan oleh perusahaan bunga dan kartu ucapan yang mengomersilkan hari tersebut dan mengatakan ia menyesal sudah memulainya.

Hari Ibu menjadi hari libur resmi di Amerika Serikat tahun 1914 saat Presiden Woodrow Wilson mengumumkan kalau hari Minggu kedua di bulan Mei sebagai hari ungkapan cinta dan penghormatan terhadap ibu di seluruh negeri. Saat hari peringatan ini pertama kali dicanangkan, orang-orang merayakannya dengan datang ke gereja dan menulis surat penghargaan kepada ibu mereka.

Lalu, mengirim kartu dan memberikan hadiah dan bunga masuk menjadi tradisi di hari ini. Tahun ini, National Retail  Federation memperkirakan, pengeluaran untuk Hari Ibu mencapai total USD25 miliar atau sekitar Rp358 triliun. 

Hal memanjakan ini mungkin sudah sepantasnya. Indeks Hari Ibu oleh Insure.com, yang menetapkan upah tahunan untuk pekerjaan yang ibu lakukan di rumah, senilai sekitar Rp1 miliar di tahun 2019. Ibu bisa menjadi tulang punggung rumah tangga, memasak, merapikan rumah, dan berbelanja untuk keluarga. Jadi, di hari ini giliran ibu yang harus dimanjakan.

Kuliah Beasiswa....?? Klik Disini

Gambar : Viva.co.id
Sumber : Viva.co.id

No comments