Banjir Bandang di Madiun, Tol Caruban-Solo Ditutup hingga Ribuan Warga Mengungsi - Rakyat Indonesia
GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Banjir Bandang di Madiun, Tol Caruban-Solo Ditutup hingga Ribuan Warga Mengungsi

Bencana banjir bandang di Kabupaten Madiun, Jawa Timur, semakin meluas. Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Madiun, 52 desa di 12 kecamatan telah terendam banjir pada hari Kamis (7/3/2019). …



Bencana banjir bandang di Kabupaten Madiun, Jawa Timur, semakin meluas. Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Madiun, 52 desa di 12 kecamatan telah terendam banjir pada hari Kamis (7/3/2019). Banjir terjadi karena luapan Sungai Bengawan Solo dan hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut. Sementara itu, ribuan rumah milik warga dilaporkan mengalami kerusakan.  Bupati Madiun, Ahmad Dawami yang akrab disapa Kaji Mbing mengatakan, tim SAR gabungan berusaha mengevakuasi semua warga yang terdampak banjir bandang. Berikut ini sejumlah fakta terkait bencana banjir di Madiun: 1. Banjir meluas hingga 52 desa di 12 kecamatan

Akibat banjir bandang yang melanda sejak Rabu (6/3/2019) dilaporkan 5.086 pemukiman warga rusak. Hal itu berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Madiun yang ditempel di Posko Penanganan Bencana Alam Banjir Kabupaten Madiun pada Kamis, pukul 16.18. Sementara itu, total keluarga yang terdampak akibat banjir bandang mencapai 5.707 kepala keluarga. Lalu, permukiman warga yang rusak akibat diterjang banjir bandang sebanyak 5.024 rusak ringan dan 62 rumah warga rusak berat. Tim SAR gabungan terus melakukan evakuasi warga yang terdampak banjir bandang. 

2. Warga mengungsi karena khawatir banjir datang lagi

Berdasar pengamatan sementara, banjir bandang di Madiun, Jawa Timur, dilaporkan telah surut. Namun, 1.500 warga Madiun memilih untuk mengungsi di beberapa posko yang didirikan di desa dan kecamatan. Alasan warga memilih mengungsi lantaran was-was banjir bandang akan kembali merendam permukiman mereka. Pantuan Kompas.com di salah satu posko yang berada di Kantor Kecamatan Balerejo dan Kantor Desa Garon, ratusan warga yang didominasi manula dan anak-anak masih menempati lokasi pengungsian. "Masing-masing desa dan kecamatan yang terdampak banjir membuat posko. Total pengungsi yang berada di posko mencapai 1500-an orang," kata Bupati Madiun Ahmad Dawami.

3. Seorang bocah tewas dalam kecelakaan saat banjir di Tol Madiun-Caruban

Kecelakaan tunggal dilaporkan terjadi di ruas jalan Tol Madiun-Caruban KM 603 tepatnya di Desa Glonggong, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun, Kamis (7/3/2019). Kecelakaan itu mengakibatkan seorang bocah berinisial RS (5) meninggal dunia. Kapolres Madiun AKBP Ruruh Wicaksono mengatakan, kecelakaan terjadi setelah mobil Suzuki Ertiga warna merah dengan pelat nomor T 1019 AH menabrak guardrail atau pagar pengaman jalan tol di jalur tol KM 603.900 A. Mobil tersebut mengarah dari Solo ke Surabaya. Diduga pengemudi kurang berhati-hati sehingga selip dan kehilangan kendali saat melintasi jalan tersebut. Saat itu kondisi jalan dalam keadaan basah dan licin karena terkena rembesan air dari aliran banjir yang menggenangi tol. "Karena jalannya basah sehingga mobil yang dikemudikan Jimmy Octavianus selip sehingga menabrak guardrill dan masuk parit," kata Ruruh saat dikonfirmasi Kompas.com, Kamis.

4. Banjir tutup Tol Caruban-Solo

Banjir bandang di Kabupaten Madiun menutup ruas tol Caruban-Solo. PT Jasamarga Ngawi Kertosono Kediri (JNK) terpaksa menutup ruas tol arah Caruban ke Solo menyusul ketinggian air yang masuk ke tol mencapai 75 cm. Area Manager Tol Ngawi-Kertosono, Sabililah, saat dikonfirmasi Kompas.com, Kamis (7/3/2019) membenarkan penutupan ruas tol arah Caruban-Solo sejak Rabu (6/3/2019) malam. "Banjir masuk di kilometer 603+800 sampai 604+200 jalur B (arah dari Surabaya menuju Solo). Ketinggian kurang lebih sekitar 75 sentimeter untuk daerah paling tinggi," kata Sabililah.

5. Pemkot Surabaya kirim bantuan ke Madiun dan Ponorogo

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengirim dua truk bantuan berisi bahan pokok, makanan, pakaian, perlengkapan wanita dan bayi hingga obat-obatan untuk warga yang terdampak banjir di Kabupaten Madiun dan Ponorogo, Jawa Timur, Kamis (7/3/2019). Kepala Badan Penanggulangan Bencana dan Linmas Kota Surabaya, Eddy Christijanto, mengatakan, bantuan tersebut merupakan bantuan pertama yang akan dikirimkan hari ini menggunakan dua truk. Eddy mengatakan, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, menginstruksikan untuk mengumpulkan bantuan dan mengirim ke lokasi terdampak banjir di Madiun dan Ponorogo. "Hari ini kita akan mengirim bantuan sekitar dua truk. Satu truk ke Madiun dan satu truk ke Ponorogo," ucap Eddy, Kamis.

Kuliah Beasiswa..?? Klik Disini

Gambar : Kompas.com
Sumber : Kompas.com

No comments